HUKUM DAN KUASA DINAMIKA POLITIK DALAM MASYARAKAT MODERN Penulis: Bakhrul Amal
Rp140.000,00
Penulis : Bakhrul Amal
Penerbit: Thafa Media Yogyakarta 2024
Jumlah Halaman xiv + 362 hlm , Ukuran Buku 13 x 20 cm, ISBN : 978-602-5589-84-3
Buku Bisa di Peloleh di Penebit Thafa Media Jl. Srandakan Km. 8,5 Gunungsaren Kidul Trimurti Srandakan Bantul Yogyakarta 55762
melalu Phone : 08122775474 ,Sms 082138313202 atau E- mail : thafamedia@yahoo.co.id
Description
Isi tulisan dari buku ini bermacam-macam. Tema yang diangkat pun tak seragam. Hal itu disebabkan oleh karena semua tulisan di dalam buku ini adalah respon atas keadaan, peristiwa, dan juga momen-momen menarik sesuai dengan judul tulisan yang dipilih.
Tulisan di dalam buku ini dapat dikatakan juga hidup pada dua keadaan sekaligus. Keadaan yang Antonio García Martínez, penulis buku Chaos Monkeys: Obscene Fortune and Random Failure in Silicon Valley, sebut sebagai penyebaran informasi dua era.
Era pertama dalah era Gutenberg (3 Februari 1468). Di era sang penemu mesin percetakan itu manusia menemukan titik balik pengetahuannya (bahasa Antonio “mencari sesuatu” atau looking something up) karena muncul buku, koran, dan literasi lainnya, yang disebarkan secara luas dan oleh karena itu manusia bisa memperoleh bacaan dan pengetahuan baru. Pada era mesin percetakaan sebuah pengetahuan yang dikeluarkan, dengan kebenaran dan kepalsuannya, bisa ditakar oleh editor atau pakar. Sehingga kecurangan dan bahayanya bisa lebih diantisipasi.
Era kedua, adalah di era Zuckerberg, atau era dimana manusia menemukan titik balik pengetahuannya melalui informasi media sosial. Informasi media sosial yang secara pasti tidak atau belum teruji validitasnya, banyak berisi mengenai desas-desus, keseharian yang absurd, yang pengetahuan itu boleh diucapkan oleh akun-akun manapun, yang bahkan kebenaran dan kepalsuannya tidak bisa dihindari sebelum fakta muncul. Akan tetapi, pada banyak peristiwa yang terjadi, ketika fakta telah muncul, fakta tersebut dianggap tidak lebih memuaskan ketimbang hoax atau fakenews. Era ini pun dikenal dengan era post-truth. Dan parahnya, selain post-truth, era ini juga memunculkan pula post-textual. Era dimana perdebatan paska tekstualis dan oralis, yakni perdebatan di dinding facebook atau media chat online oleh karena status atau pun broadcastan yang kemudian mengubah realitas sosial.




